Saturday, February 4, 2017

Bangun Masjid Walau Hanya Menyumbang Satu Bata


Bangun Masjid Walau Hanya Menyumbang Satu Bata

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ
Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Mafhash qathaah dalam hadits artinya lubang yang dipakai burung menaruh telurnya dan menderum di tempat tesebut. Dan qathah adalah sejenis burung.
Ibnu Hajar dalam Al-Fath (1: 545) menyatakan,
(مَنْ بَنَى مَسْجِدًا) التَّنْكِير فِيهِ لِلشُّيُوعِ فَيَدْخُلُ فِيهِ الْكَبِير وَالصَّغِير ، وَوَقَعَ فِي رِوَايَةِ أَنَس عِنْدَ التِّرْمِذِيِّ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا
“Maksud dari “siapa yang membangun masjid” digunakan isim nakirah yang menunjukkan keumuman, sehingga maksud hadits adalah siapa yang membangun masjid besar maupun kecil. Dalam riwayat Anas yang dikeluarkan oleh Tirmidzi yang mendukung yang menyatakan dengan masjid kecil atau besar.”
Masih melanjutkan penjelasan Ibnu Hajar, yang diterangkan dalam hadits di atas adalah cuma bahasa hiperbolis. Karena tak mungkin tempat burung menaruh telur dan menderum yang seukuran itu dijadikan tempat shalat. Ada riwayat Jabir semakin memperkuat hal ini.
Sebagian ulama lainnya menafsirkan hadits tersebut secara tekstual. Maksudnya, siapa membangun masjid dengan menambah bagian kecil saja yang dibutuhkan, tambahan tersebut seukuran tempat burung bertelur; atau bisa jadi caranya, para jama’ah bekerja sama untuk membangun masjid dan setiap orang punya bagian kecil seukuran tempat burung bertelur; ini semua masuk dalam istilah membangun masjid. Karena bentuk akhirnya adalah suatu masjid dalam benak kita, yaitu tempat untuk kita shalat.
Berarti penjelasan Ibnu Hajar di atas menunjukkan bahwa jika ada yang menyumbang satu sak semen saja atau bahkan menyumbang satu bata saja, sudah mendapatkan pahala untuk membangun masjid … masya Allah.

Yang Penting Ikhlas Ketika Menyumbang

Berapa pun besar sumbangan untuk masjid harus didasari niatan ikhlas karena Allah. Karena yang dimaksud lillah, kata Ibnu Hajar adalah ikhlas (karena Allah). (Fath Al-Bari, 1: 545). Jadi, pahala besar membangun masjid yang disebutkan dalam hadits yang kita kaji bisa diraih ketika kita ikhlas dalam beramal, bukan untuk cari pujian atau balasan dari manusia.

Maksud Dibangunkan Bangunan Semisal di Surga

Hadits tentang keutamaan membangun masjid juga disebutkan dari hadits Utsman bin Affan. Di masa Utsman yaitu tahun 30 Hijriyah hingga khilafah beliau berakhir karena terbunuhnya beliau, dibangunlah masjid Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Utsman katakan pada mereka yang membangun sebagai bentuk pengingkaran bahwa mereka terlalu bermegah-megahan. Lalu Utsman membawakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِى الْجَنَّةِ مِثْلَهُ
Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga.” (HR. Bukhari no. 450 dan Muslim no. 533).
Kata Imam Nawawi rahimahullah, maksud akan dibangun baginya semisal itu di surga ada dua tafsiran:
1- Allah akan membangunkan semisal itu dengan bangunan yang disebut bait (rumah). Namun sifatnya dalam hal luasnya dan lainnya, tentu punya keutamaan tersendiri. Bangunan di surga tentu tidak pernah dilihat oleh mata, tak pernah didengar oleh telinga, dan tak pernah terbetik dalam hati akan indahnya.
2- Keutamaan bangunan yang diperoleh di surga dibanding dengan rumah di surga lainnya adalah seperti keutamaan masjid di dunia dibanding dengan rumah-rumah di dunia. (Syarh Shahih Muslim, 5: 14) Sumber Rumaysho 
     Tergerak dari hadist diatas dengan dasar keikhlasan dan keridhoan hati, Kami selaku panitia pembangunan Masjid Aqbal Fatalloh Albaris yang terletak Di Desa Mulyasari, Rt 04 Rw 02, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu-Jawa Barat mengajak saudara semuanya yang ada di Korea Selatan khususnya dan Di Indonesia pada umumnya untuk menyisihkan sebagian rezeki kita untuk membantu pembangunan masjid tersebut, karena bantuan saudara akan berarti besar bagi kami
Untuk sumbangan dana bisa langsung ke :
-Rekening Korea Selatan : a/n Muslimin
                                           Nomer Rekening : 113-910240-53607 Bank Hanna
-Rekening Indonesia        : a/n Agus Salam
                                           Nomer Rekening : 4239-01-004290-53-9 Bank BRI

Untuk bantuan lainnya bisa datang langsung ke lokasi pembangunan
Atas perhatian dan partisipasinya saya ucapkan terimakasih

wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

mau daftar creditcard payoneer klik disini

Tuesday, November 22, 2016

LADANG PAHALA YANG TERLUPAKAN

LADANG PAHALA YANG TERLUPAKAN
Ilustrasi
Dari Jâbir bin Abdillah radhiyallâhu anhu, beliau bertutur, sesungguhnya Nabi shallallâhu ’alaihi wa sallam memasuki sebuah kebun kurma milik Ummu Mubasysyir Al-Anshâriyyah, kemudian Nabi shallallâhu ’alaihi wa sallam bertanya kepadanya,
Wahai Ummu Ma'bad, siapa yang menanam pohon kurma ini, seorang muslim atau seorang kafir?”
(Ummu Mubasysyir) menjawab, “Bahkan seorang muslim.”
Maka beliau (shallallâhu ’alaihi wa sallam) bersabda,
“Tidaklah seorang muslim menanam sebuah pohon, tidak pula memelihara sebuah tanaman, kemudian manusia, hewan, dan apapun makan dari (tanaman) itu, kecuali hal tersebut menjadi sedekah baginya.”
[Diriwayatkan oleh Muslim]
Masih hadits Jabir dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda,
"Tidaklah seorang muslim menanam sebuah tanaman, kecuali bahwa apa-apa yang dimakan dari (tanaman) itu adalah sedekah untuknya, apa-apa yang dicuri dari (tanaman) itu adalah sedekah baginya, apa-apa yang dimakan dari (tanaman) itu oleh binatang buas adalah sedekah baginya, apa-apa yang dimakan oleh burung-burung adalah sedekah baginya, dan tidak siapapun yang mengambil dari (tanaman) itu, kecuali menjadi sedekah untuknya."
[Diriwayatkan oleh Muslim]
Makna Hadits
Hadits ini menjelaskan bahwa siapa saja yang menanam sebuah pohon atau tanaman apa saja, kemudian makhluk –baik manusia, hewan-hewan, burung-burung, binatang buas, atau apa saja- mengambil manfaat dari tanaman itu, hal tersebut akan terhitung sebagai sedekah dan pahala untuknya pada hari kiamat.
Namun, pahala ini hanya berlaku untuk seorang muslim yang menanam pohon, bukan untuk orang kafir.
Faedah dan Pelajaran
1. Keutamaan menanam pohon.
2. Keutamaan bercocok tanam.
3. Pohon dan tanaman serta manfaat yang keluar darinya akan menjadi amalan jariyyah hingga hari kiamat.
4. Pahala dan keutamaan hanya khusus untuk kaum muslimin.
5. Keutamaan tauhid dan keislaman, karena amalan tanpa tauhid dan keislaman tidaklah diterima.
6. Orang yang menjadi sebab kebaikan akan meraih pahala karena kebaikannya.
7. Anjuran Islam dalam hal penghijauan dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.
8. Mengandung dalil bagi ulama yang berpendapat bahwa mata pencaharian terbaik adalah dalam bercocok tanam.
9. Rahmat Allah berupa banyaknya pintu-pintu kebaikan.
10. Sebagian amalan yang mengandung maslahat dan manfaat bagi manusia menjadi pahala bagi pemiliknya, walaupun tidak dia niatkan. Jika dia meniatkan sebagai kebaikan, tentunya akan menjadi kebaikan di atas kebaikan.
11. Rahmat kepada makhluk Allah. Demikianlah riwayat yang semakna dibawakan oleh Imam Al-Bukhâriy dalam Bab "Rahmat kepada Manusia dan Hewan-Hewan".
12. Mengandung keterangan akan bolehnya seseorang memiliki mata pencaharian dalam bentuk bercocok tanam maupun selainnya.
13. Berisi anjuran bekerja dan beramal serta berpenghasilan dengan tangan sendiri, bukan pengangguran dan tanpa manfaat.
14. Mengandung keterangan bahwa siapa saja yang menanam tanaman di tanah orang, tanaman tersebut adalah milik si penanam, sedang pemilik tanah berhak meminta upah sewa atas penanaman di atas tanahnya. Demikian ya ng disebutkan oleh Ibnu Baththal dan selainnya.
15. Berisi keterangan bahwa seorang manusia kadang mendapat pahala dari hartanya yang dicuri atau hilang tanpa sepengetahuannya.
16. Hiburan dan kegembiraan terhadap harta yang berkurang, karena pahalanya kadang tidak terbatas.
[Syarh Al-Bukhâriy karya Ibnu Baththal 6/456, 9/220, Ath-Thaudhih Karya Ibnul Mulaqqin 28/315, Syarh Muslim oleh An-Nawawiy 10/213, Ikmâl Al-Mu’allim 5/214, Al-Mirqâh 4/1339 dan Syarh Riyâdhush Shâlihin oleh Ibnu ‘Utsaimin 2/195-196]


Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi Hafidzahullah

Sunday, November 20, 2016

ETIKA BERAMAL TANPA ILMU

ETIKA BERAMAL TANPA ILMU
Amal Tanpa Ilmu, Seperti Pohon tanpa Buah


Oleh Ustadz Armen Halim Naro Rahimahullah
Sebagai seorang muslim tentu setiap kali mendirikan shalat lima waktu, atau shalat-shalat yang lainnya. Dia selalu meminta ditunjukan shirathul mustaqim. Yaitu jalan lurus yang telah lama dilalui oleh orang-orang yang telah diberi nikmat, dan dijauhkan dari jalan orang-orang maghdhubi `alaihim (orang-orang yang Engkau murkai), juga jalan orang-orang dhallin (orang-orang yang sesat). Dalam tafsiran, dua kelompok diatas disebutkan [1], bahwa orang-orang mahgdhubi ‘alaihim adalah Yahudi, sedangkan orang dhallin adalah Nashara.
Berkata Ibnu Katsir rahimahullah,”Dan perbedaan antara dua jalan -yaitu agar dijauhi jalan keduanya-, karena jalan orang yang beriman menggabungkan antara ilmu dan amal. Adalah orang Yahudi kehilangan amal, sedangkan orang Nashrani kehilangan ilmu. Oleh karenanya, orang Yahudi memperoleh kemurkaan dan orang Nashrani memperoleh kesesatan. Barangsiapa mengetahui, kemudian tidak mengamalkannya, layak mendapat kemurkaan. Berbeda dengan orang yang tidak mengetahui. Orang-orang Nashrani, ketika mempunyai maksud tertentu, tetapi mereka tidak memperoleh jalannya, karena mereka tidak masuk sesuai dengan pintunya. Yaitu mengikuti kebenaran. Maka, jatuhlah mereka ke dalam kesesatan.”[2]
Banyak orang yang menyangka, bahwa banyak amal dan ibadah sudah mendapat jaminan untuk hari akhiratnya, sekurang-kurangnya merupakan tanda kebenaran dan bukti keshalihan. Begitulah sering kita dengar, dan itulah fenomena yang terjadi di kalangan kaum muslimin. Kalaulah kita mencoba untuk mengingat surat yang telah sering kita dengar ini, maka semua sangkaan dan dugaan kita selama ini, akan bisa kita ubah untuk hari besoknya. Dapat dibayangkan, seseorang yang mempunyai amalan sebanyak pepasiran di pantai, akan tetapi setelah ditimbang, dia bagaikan debu yang beterbangan, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا
Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. [Al Furqan:23].
Bukan saja amalannya tidak dianggap sebagai amalan yang diterima, bahkan dialah penyebab masuknya ke dalam api neraka. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خَاشِعَةٌ عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ تَصْلَى نَارًا حَامِيَةً
Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas (neraka). [Al Ghasyiah:1- 4].
Berkata Ibnu Abbas,”Khusyu`, akan tetapi tidak bermanfaat amalannya,” diterangkan oleh Ibnu Katsir, yaitu dia telah beramal banyak dan berletih-letih, akan tetapi yang diperolehnya neraka yang apinya yang sangat panas [3]. Oleh sebab itu, Imam Bukhari membuat bab di dalam kitab Shahih Beliau, Bab: Berilmu sebelum berucap dan beramal.”
KEUTAMAAN ILMU DALAM AL QURAN

Ayat yang menerangkan tentang keutamaan ilmu dan celaan terhadap orang yang beramal tanpa ilmu sangatlah banyak [4]. Allah Subhanahu wa Ta'ala membedakan antara orang yang berilmu dengan orang yang bodoh, bagaikan orang yang melihat dengan si buta.
أَفَمَنْ يَعْلَمُ أَنَّمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَى
Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? [Ar Ra`ad:19].
Bahkan tidak sekedar buta, akan tetapi juga tuli dan bisu .
Di berbagai tempat dalam Al Qur’an Allah l mencela orang-orang yang bodoh, yaitu:
وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. [Al Araf:187].
وَأَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ
Dan kebanyakan mereka tidak berakal. [Al Maidah:103].
Bahkan mereka disamakan dengan binatang, dan lebih dungu daripada binatang:
إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ
Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah, ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apa. [Al Anfal: 22].
Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitahukan, bahwa orang-orang bodoh lebih buruk dari binatang dengan segala bentuk dan macamnya. Dimulai dari keledai, anjing, serangga, dan mereka lebih buruk dari binatang-bintang tersebut. Tidak ada yang lebih berbahaya terhadap agama para rasul dari mereka, bahkan merekalah musuh agama yang sebenarnya.
Lebih dari itu, bahwa syariat membolehkan sesuatu yang pada asalnya haram, karena yang satu berilmu dan yang satu lagi tidak berilmu. Yaitu dihalalkannya memakan daging hasil buruan anjing yang diajarkan berburu, berbeda dengan anjing biasa yang menangkap mangsanya.
يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللَّهُ فَكُلُوا مِمَّا أَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ
Mereka menanyakan kepadamu,"Apakah yang dihalalkan bagi mereka?" Katakanlah,"Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatihnya untuk berburu, kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka, makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepasnya). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat cepat hisabNya." [Al Maidah:4] [5]
Sedangkan sunnah dan atsar Salaf sangat banyak sekali yang menerangkan permasalahan ini.
Setelah ini semua, ketika seorang muslim mengarahkan pandangannya kepada jamaah-jamaah yang menisbatkan diri kepada Islam, maka didapatkan bahwa dakwah mereka bermuara kepada suatu persamaan. Yaitu tidak mempedulikan ilmu syariat dan tenggelam ke dalam lumpur kebodohan. Inilah yang menyebabkan banyaknya terjadi penyelewengan terhadap pemahaman Islam.
Ini sebelum mereka, satu kelompok yang disebut Khawarij, sampai-sampai Nabi menyebutkan, bahwa amalan para sahabatnya jika dibandingkan dengan amalan mereka tidak ada apa-apanya. Shalat mereka, jika dibandingkan shalat kita tidak apa-apanya. Mereka orang-orang yang ahli ibadah. Siang harinya bagaikan singa yang bertempur, dan pada malam harinya bagaikan rahib ... Akan tetapi, apa akhir dari cerita mereka? Nabi telah mengabarkan kepada kita, bahwa Islam mereka hanya sebatas kerongkongan saja ... Mereka keluar dari Islam, sebagaimana keluarnya anak panah dari buruannya; mereka dikatakan anjing-anjing neraka. Barangsiapa yang berhasil membunuh mereka, akan mendapat ganjaran di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Bahkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah berazam, jika Beliau bertemu dengan zaman mereka, maka Beliau akan memeranginya, sebagaimana diperanginya kaum `Ad ...
Pada masa sekarang, tumbuh berkembang suatu jamaah. Yaitu jamaah yang didirikan di atas bid`ah dan khurafat, dan syirik. Didirikan dengan aqidah As`ariyyah Maturidiyyah. Membaiat para pengikutnya dengan empat tharikat tasawuf: Jistiyyah, Qadiriyyah, Sahruwardiyyah dan thariqat Naqsyabandiyyah.
Sedangkan pada masalah aqidah dan tauhid. Mereka tidak lebih mengerti tentang tauhid bila dibandingakan dengan orang-orang musyrik Arab pada zaman Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka hanya mengakui tauhid Rububiyyah dengan tafsiran syahadat tauhid tersebut. Dan tidak mengetahui tentang apa yang dimaksud dengan tauhid Uluhiyyah. Adapun pada tauhid Asma` wa Shifat, maka mereka berada diantara aqidah Asyariyyah dan Maturidiyyah. Sebagaimana diketahui, bahwa kedua mazhab tersebut terkhusus dalam tauhid ini, telah melenceng dari mazhab Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Adapun tentang ibadah dan suluk mereka; maka mereka dibaiat dengan empat thariqat dan mengamalkan dzikir-dzikir serta shalawat yang dipenuhi bid`ah dan khurafat. Seperti membaca (la ilaha) empat ratus kali, dan (Allah, Allah) enam ratus kali setiap hari. Buku shalawat yang sering dibaca oleh mereka, ialah kitab shalawat yang masyhur bid`ah dan ghuluw kepada Nabi. Yaitu kitab Dala-ilul Khairat, Burdah.
Adapun kitab yang paling berarti bagi mereka, apa yang disebut dengan Tablighi Nishab. Dikarang oleh salah seorang pendiri mereka. Kitab ini nyaris dimiliki dan dibaca oleh setiap jamaah, melebihi membaca kitab Shahih Bukhari. Kitab ini dipenuhi dengan khurafat, syirik, bid`ah, dan hadits-hadist palsu, serta hadist-hadist lemah. Begitu juga dengan kitab Hayat Ash Shahabah, yang dinamalkan mereka, dipenuhi dengan khurafat serta kisah-kisah yang tidak benar, dan begitu seterusnya ...
Kesimpulan tentang jama’ah ini ialah, bahwa mereka merupakan jama’ah yang tidak peduli terhadap ilmu dan ulama, berdakwah di atas kebodohan [6], dengan bukti hadist yang selalu mereka dendangkan yaitu, “sampaikan dariku sekalipun satu ayat”. Hadits ini sekalipun shahih, akan tetapi yang tidak shahih ialah cara pemahaman mereka terhadap hadits ini. Setiap orang yang masuk ke jemaah ini sudah layak menjadi juru dakwah dari rumah ke rumah yaitu untuk mengajak kepada jemaah mereka dengan alasan hadist di atas. Atau mereka membaca buku fadhilah di masjid ...dan mereka permisalkan bahwa umat Islam sekarang bagaikan (orang yang sedang tenggelam yang harus diselamatkan). Tidak tahu mereka bahwa belajar berenang tidak bisa dalam satu hari atau dua, sehingga dia dapat menyelamatkan yang mau tenggelam tadi, atau malah yang awalnya hendak menolong karena tidak bisa berenang sama-sama tenggelam kedalam lautan dosa dan kesalahan.
Bukankah pada zaman Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, ketika salah seorang sahabat terluka, kemudian junub ketika musim dingin, dan dia bertanya kepada salah seorang diantara mereka. Apakah ada rukhsah untuk tidak mandi? Yang ditanya menjawab: tidak! Maka, mandilah sahabat tadi yang menyebabkannya meninggal. Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mendengar cerita ini, Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam marah besar, dan berkata,”Sungguh kalian telah membunuhnya. Semoga kalian diberi balasan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mengapa kalian tidak bertanya jika tidak mengetahui? Karena obat dari tidak tahu ialah bertanya.”
Yang lebih menarik untuk mengkaji jama’ah ini ialah, karena mereka jama’ah bunglon. Berubah setiap hinggap, dan bertukar warna sesuai dengan lingkungannya. Apakah mereka ini tidak mempunyai pendirian yang kuat dan tidak mempunyai pondasi yang kokoh? Ataukah demikian metode dakwah mereka, yaitu mengumpulkan semua warna dan kelompok di bawah naungan kelompok mereka?
Oleh sebab itu, jama’ah ini yang berada di tempat pembaca, berbeda dengan mereka yang berada di tempat penulis. Bisa saja, di satu tempat mereka mempelajari suatu pelajaran yang benar bukan karena ajaran tersebut, akan tetapi karena lingkungan yang membuatnya terpaksa memulainya dari sana. Dan bisa saja sebaliknya, menjadi pembawa bendera bid`ah serta sebagai penyebarnya.
Jama’ah ini paling mudah terpengaruh oleh suasana, karena permasalahan tadi. Yaitu, mereka tidak dididik di atas ilmu yang shahih. Maka, anda akan melihat mereka bagaikan baling-baling di atas bukit. Bak sebuah bulu ayam di padang pasir, mengikuti apa yang dikehendaki oleh angin.
Kalaulah mereka tidak diikat dengan pertemuan-pertemuan di masjid-masjid dan tamasya-tamasya ke negeri-negeri kesayangan mereka -sekalipun negeri tersebut adalah tempat sarang berhala terbanyak di dunia-, maka penulis yakin, mereka akan berantakan. Dan jama’ah mereka akan terpengaruh oleh jama’ah lain, atau kembali kepada kepada asal mereka.
Mungkin ada terbetik pertanyaan. Bukankah keberhasilan mereka mengeluarkan orang-orang dari tempat-tempat maksiat, dan membuatnya bertaubat ini sebagai salah satu dari kebaikan dan kesuksesan jama’ah ini dalam berdakwah?!
Maka, kita perhatikan jawaban Syaikh Aman Ali Al Jami rahimahullah, ketika Beliau menjawab tentang sebagian dakwah moderen yang mempunyai persamaan dakwah dengan permasalahan di atas:
... Benar, ia telah mengeluarkan orang-orang dari tempat-tempat diskotik dan bioskop. Ini tidak ada yang mengingkarinya. Akan tetapi, setelah ia mengeluarkan mereka dari tempat-tempat tersebut, apa yang dilakukannya? Apakah kemudian mendakwahi mereka dengan dakwah, dan dengan metode para anbia` (nabi)? Atau sebaliknya, mengajarkan mereka dan mengumpulkannya, sehingga mereka terpecah-pecah ke dalam berbagai macam thariqat tasawuf? Benar ... Akan tetapi, ia telah mengeluarkan mereka dari jahiliyah kepada jahiliyah. “
Dia tidak memindahkan mereka kepada pemahaman yang benar tentang Islam. Buktinya, ia sendiri menganut salah satu thariqat shufi. Adapun orang-orang yang telah dikeluarkannya dari tempat-tempat diskotik itu, kalau tidak mengambil thariqat yang dianut olehnya, tentu mengambil thariqat tasawwuf lainnya. Dan apakah dakwahnya juga membasmi peribadatan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang secara jelas nampak ada di negerinya? Apakah dia telah mengeluarkan manusia dari thawaf di sekeliling kuburan, seperti kuburan Husain, Zainab dan Badawi?! Apakah dia telah mengeluarkan manusia dari berhukum dengan hukum demokrasi kepada berhukum dengan hukum Allah? Inilah yang seharusnya dilakukannya. Jika begini dakwahnya, tentu dakwah yang dibawanya merupakan dakwah yang benar. Akan tetapi sebagaimana kata syair:
إِذَا كَانَ رَبُّ الْبَيْتِ بِالدُّفَّ ضَارِباً

فَشِيْمَةُ أَهْلِ اْلبَيْتِ كُلِّهِمِ الرَّقْصُ
Jika seandainya tuan rumah berdendang dengan rebana

Tentu semua yang di rumah menari kegemaran mereka
Jika tidak sampai kepadanya ilmu dan makrifah tentang Islam yang benar, bagaimana mungkin ia akan meninggalkan kuburan-kuburan tersebut dan memerangi orang yang thawaf disekelilingnya. Apa yang dapat dilakukannya terhadap orang-orang yang jatuh ke dalam maksiat tersebut? [7]
Terakhir. Marilah menuntut ilmu, wahai para pemuda. Sesungguhnya dialah pintu kejayaan dan keselamatan.
Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun VII/1420H/1999M Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo

Pengen bikin website ?daftar aja disini

Wednesday, October 12, 2016

Nikah Membuka Pintu Rizky || Ayoo...Nikah !

Foto by Google

Ngecapraknews.com Banyak yang sudah membuktikan bahwa dengan menikah akan terbuka pintu rezeki. Awalnya cuma hidup pas-pasan dengan gaji pas-pasan dan hidup di rumah kontrakan yang sempit serta makan yang pas-pasan. Ternyata Allah beri kelapangan setelah kesempitan. Karena Allah menolong setiap orang yang menikah yang ingin menjaga kesucian dirinya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الْأَدَاءَ “Ada tiga orang yang akan mendapatkan pertolongan Allah: (1) orang yang berjihad di jalan Allah, (2) orang yang menikah demi menjaga kesucian dirinya, (3) budak mukatab yang ingin membebaskan dirinya.” (HR. An-Nasa’i, no. 3218; Tirmidzi, no. 1655; Ibnu Majah, no. 2518. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). Apalagi rezekinya dijamin pula oleh Allah jika ia rajin menafkahi istri dan anaknya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا “Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga).” Malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah).” (HR. Bukhari, no. 1442; Muslim, no. 1010)
Ibnu Batthol menyebutkan bahwa yang dimaksud adalah mengeluarkan infak yang wajib seperti nafkah untuk keluarga dan nafkah untuk menjalin hubungan kekerabatan (silaturahim)..Berarti siapa yang beri nafkah pada keluarga, pada kerabat, dan rajin pula mengeluarkan sedekah sunnah, maka malaikat akan mendoakan supaya orang tersebut mendapatkan ganti. Hal ini serupa seperti yang disebutkan dalam ayat Al Qur’an,
قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ “Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39). Maksud ayat, siapa saja yang mengeluarkan nafkah dalam ketaatan pada Allah, maka akan diberi ganti.

Dalam hadits qudsi dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَا ابْنَ آدَمَ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ “Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, berinfaklah, Allah akan mengganti infakmu.” (HR. Bukhari, no. 4684; Muslim, no. 993)
Sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi rahimahullah ketika menjelaskan hadits doa malaikat di atas, “Para ulama menyatakan bahwa infak yang dimaksud adalah infak dalam ketaatan, infak untuk menunjukkan akhlak yang mulia, infak pada keluarga, infak pada orang-orang yang lemah, serta lainnya. Selama infak tersebut tidaklah berlebihan, alias boros.” (Syarh Shahih Muslim, 7: 87)
Semoga Allah memberi keberkahan dalam pernikahan. 

Sunday, August 7, 2016

Nikah Muda || Putra pertama KH M Arifin Ilham

Putra pertama KH Muhammad Arifin Ilham, Muhammad Alvin Faiz, 17 tahun, menikahi seorang mualaf beretnis Tionghoa, Larissa Chou yang berusia dua tahun lebih tua dari Alvin.

Foto by google

     Aqad nikah berlangsung di Masjid Az-Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat, usai shalat Subuh, Sabtu, 3 Dzulqa’dah 1437 H (06/08/2016). “Pernikahan ini melalui suatu perjalanan dakwah yang cukup memukau. Karena pasangannya adalah seorang mualaf. Alvin sendiri menjadi sebab keislamannya akhwat itu,” jelas Jubir Az-Zikra, Ahmad Syuhada, saat dihubungi hidayatullah.com.

Ia menjelaskan, sebab yang dimaksud adalah, belakangan ini Alvin sering melakukan diskusi dengan Larissa mengenai ketuhanan sebatas apa yang ia ketahui.

Hingga kemudian, atas taqdir Allah Subhanahu Wata’ala, Larissa pun masuk Islam. Tak lama, ayah Larissa, Rudi Gunawan, juga masuk Islam setelah berdiskusi pula dengan Alvin. Disusul keislaman neneknya Larissa.

Syuhada mengatakan, Alvin menikah pada usia dini atas kesadarannya sendiri dengan beberapa alasan. “Alasan yang pertama, ingin menjaga diri dari fitnah yang tentunya diharamkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala,” jelasnya.

Pada usia 17 tahun, Alvin, katanya, melihat bahwa kehidupan remaja terutama teman-teman seusianya menuntut dirinya untuk lebih baik segera menikah. “Alvin, putra Ustadz Arifin Ilham, sangat banyak sekali teman-temannya, berbagai macam latar belakang, dari kalangan akhwat maupun ikhwan,” jelas Syuhada.

Rangkaian acara aqad nikah tersebut, jelasnya, dimulai sekitar pukul 05.30 WIB. Bertindak sebagai saksi pernikahan di antaranya adalah KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i.

Acara ini dihadiri para tokoh agama, perwakilan MUI pusat, aktivis, orangtua/wali murid, serta 5000-an tamu undangan. Yang bertindak menyampaikan nasihat pernikahan adalah KH Didin Hafidhuddin. “Ustadz Yusuf Mansur hadir menjelang zhuhur,” imbuhnya.

Prosesi aqad nikah dirangkai dengan sambutan Arifin Ilham yang memberi wasiat soal keluarga dan shalat untuk kedua pengantin. “Acara berakhir sekitar pukul 06.14 WIB,” ujar Syuhada. Alvin dan Arifin Ilham hingga berita ini diturunkan masih sibuk dengan acara walimatul ‘ursy.* Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur
Source ; hidayatullah.com
Sumber: https://www.instagram.com/p/BIyR3TlB-Yd/?taken-by=nikahbarokah

Monday, August 1, 2016

Kenduri Indonesia 2016 || Kontrubusi yang tereleminasi

Kenduri Indonesia 2016 || Kontrubusi yang tereleminasi 
Foto : Mubarok
Ngecapraknews.com  Saya tidak akan membahas tentang kekecewaan penonton knapa WALI tidak bisa datang, tetapi hanya menyampaikan hal yang mungkin tidak banyak orang tau  Dikutip dari halam facebook Mubarok "Pribadi saya Bukan masalah WALI BAND gx jadi dateng....
Saya suka acara KENDURI INDONESIA..
Yang saya suka dari Kenduri sellau menampilkan budaya budaya Indonesia..melihatkan kepada bangsa lain kalo kita kaya Budaya...Dan kaya segalanya
Cuma Satu yang saya tidak suka..penyusunan acaranya kurang Hebat..sampai sampai ada beberpa kreasi yang tida di tampilkan hanya karena penyusunan acaranya Tidak Jelaaass..
Bukan masalah Saya ingin naik panggung dan membaca Tulisan Yang ada di Kertas Putih...
Hargailah waktu mereka..mereka datang dari jauh jauh..hanya ingin sama sama menyukseskan acara pesta rakyat indonesia...mereka yang menyukseskan Acara KENDURI bukan kalian kalian..
Mungkin Lain kali panitia panitia Harus belajar lebih Tegas,Cerdas,Dan tepat mengatur waktu.."
    Kekecewaan yang diungkapkan oleh salah satu peserta pengisi acara kenduri Indonesia merupakan kurang sigapnya panitia dalam mengatasi masalah dan pengaturan waktu, seharusnya panita dalam acara Kenduri lebih bisa mengkondisikan berbagai macam situasi apapun.
    Waktu, tenaga dan pikiran yang siap dikontribusikan oleh mubarok untuk ikut serta menyukseskan acara Kenduri menjadi sia-sia, Sambutan dari pihak kenduri pada peserta pengisi acara kenduri kurang bisa dilaksakan dengan baik, Mubarok telah rela mengorbakan waktu, tenaga dan pikirannya untuk ikut serta dalam memeriahkan acara kenduri tapi dalam pelaksaannya Mubarak tidak bisa ikut tampil dengan alasan yang entah mengapa ?! padahl waktu pementasan sudah dijadwalkan untuknya 
   Padahal menurut saya pribadi Mubarok mempunyai bakat yang bagus dalam hal membaca puisi, lihat vidio berikut ketika ia ikut berkontrubusi dalam suatu acara, dengan judul puisi "Rindu Menjalar Di Ujung Salju"
Vidio : Mubarok
   Acara yang diselanggarakan Kenduri sejatinya sangat baik, karena dapat mempererat dan menumbuhkan jiwa Nasionalisme, apalagi menampilkan dan memperkenalkan budaya kita kepada negara lain, tetap adakan acara seperti dan semoga kedepannya lebih baik sehingga bisa mengatasi berbagai hal yang sepele seperti kejadian yang alami oleh mubarok
Vidio : PementasanSeni Budaya || Kenduri

 

Tuesday, July 5, 2016

Suasana Lebaran di Korea Selatan 1437 H

foto : jamaah sholat ied
Allahu Akbar,,,,Allahu Akbar,,,,Allahu Akbar walillahilkam

Gema takbir bergemuruh disaat Hari kemenangan umat islam datang, Suasana hari raya Idul Fitri merupakan momen yang tidak disia-siakan sanak family untuk saling silaturahmi bertemu dengan kerabat, Tradisi yang tak pernah terlewatkan disaat akan tiba waktunya hari raya idul fitri adalah Mudik (pulang kekampung halaman). Momen ini adalah momen yang paling dinanti oleh semua orang yang terpisah jauh dengan keluarganya dikampung. Momen itu mungkin bisa dijangkau oleh mereka yang tersedia sitiuasi dan kondisi yang memungkinkan
     Nah,,,,Bagaimana dengan mereka yang berada diluar negri khususnya Korea Selaatan, Mereka yang mengais rizki dinegri GINSENG, Tentunya mereka tidak bisa mudik (pulang kampung) tentunya dengan berbagai alsan yang tidak bisa memungkinkan untuk pulang ke Tanah Ai
r tercinta. Sedih memang dirasa tapi mau bagaimana lagi keadaan memaksa mereka demikian.Tapi jangan kira mereka yang hidup dinegara yang mayoritas non muslim tidak melaksanakan Sholat Idul Fitri, suasana sholat idul fitri  alkhamdulillah bisa terselenggara walaupun kita berada dimayoritas non muslim
   Suasana hikmat penuh kesederhanaan dan keikhlasan tentunya tercermin pada momet yang sempat penulis abadikan ketika melaksanakan sholat ied DiMutaqin Dasan, keramahan dan kehangatan begitu terasa suasana yang fitri, Karena dalam hari raya disini tidak ada moment bagus-bagusan busana maupun bermewah-mewahan.
    Pelaksanakaan sholat ied dikorea selatan tahun 1437 H berjalan lancar walaupun ada sebagain yang tidak bisa mengikuti sholat ied dikarenakan tidaknya mendapatkan ijin dari Sajangnya (BOSS)
    "Alkhamdulillah,,,saya bisa melaksanakan sholat ied bersama teman berkumpul dan bersilaturahmi dengan umat muslim indonesia yang berada dikorea, walaupun saya tidak bisa mudik saya merasa berada dikampung halaman karena mereka sudah seperti saudara sendiri" Kata Naga BOnar yang sempat penulis temuni saat pulang sholat ied
  Yuukk ,,,kita liat bagai mana suasana Sholat Ied / Lebaran Di Korea Selatan
Suasana saat khotbah setelah sholat ied

Sunday, July 3, 2016

Perjalanan kita ditentukan disini (ALAM DUNIA)

Perjalanan kita ditentukan disini (ALAM DUNIA)


Alam Roh
Alam Roh adalah perjanjian yang kita sepakati sebelum kita terlahir dibunia ini, sebelum kita terlahir didunia ini kita telah berjanji menyembah hanya kepada ALLAH SWT , seperti yang dinyatakan dalam firman ALLAH SWT dalam Q-S Al-Hadid ayat 8
“Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia (Allah) telah mengambil perjanjianmu, jika kamu adalah orang-orang yang beriman”. (QS. Al Hadid, 57:8)
Baik kalian menyadari atau tidak menyadarinya perjanjian itu telah kalian lakukan sebelum kalian bisa menikmati dunia ini , walaupun kalian merasa tidak ingat apa' percayalah perjanjian itu memang benar adanya
Alam Kandungan

Alam Kandungan/Alam Rahim adalah ketika manusia berada didalam kandungan/rahim ibunya. Rahim berarti kasih sayang. Alam Kandungan/Rahim adalah suatu alam di mana manusia dibentuk atas dasar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Saat di alam Kandungan/Rahim ini, 
Proses dialam rahim  dijelaskan dalam Firman ALLAH SWT dalam Q-S Al Mukminun ayat 12-15 :  "Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik. Kemudian, sesudah itu, Sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati." (Qs. Al Mukminun 12-15)
Alam Dunia

Lihat posisi kita, Kita sekarang berada dialam dunia dimana kita akan mempersiapkan bekal untuk perjalanan selanjutnya disini (alam dunia),Awas kita terkadang terlena oleh masa muda sehingga kita dengan seenaknya berleha-leha hidup didunia ini. (ingat perjanjian kita) jangan sampai proses yang kita jalani didunia memperberat perjalanan kita dialam selanjutnya. Ingat jauh-jauh hari juga setan melakukan perjanjian untuk menggoda kalian disini(alam dunia). Yang perlu diingat disini adalah tujuan akhir kita SURGA atau NERAKA jika kalian ingat tentu saja kalian tahu apa yang kalian harus lakukan dialam dunia ini
Alam Kubur
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Ali Imrân/3:185]
Alam kubur adalah alam dimana terpisahnya raga dan roh disini tempat peristirahatan kita untuk menuju alam berikutnya, tentunya dialam kubur sendiri juga ada proses-proses yang harus dijalani, diantaranya pertanyaan kedua malaikat Munkar dan Nankir, sehinnga kalian akan memperoleh nikmat kubur atau siksa kubur

Kehancuran Alam Semesta
”Keluarnya tanda tanda hari kiamat itu adalah sebagian demi sebagian beruntun seperti rangkaian marjan yang dirangkai dengan tali”. (HR. Al Haitsami / Lihat : Shahih Jami’ush shaghir 3:111 No. 3.222)
Tanda tanda hari kiamat itu bagaikan marjan marjan yang dirangkai dengan kawat. Bila kawat itu putus, maka yang sebagian mengikuti sebagiannya. (HR. Ahmad 12 :6-7 No. 7.040. shahih).
Tanda-tanda kiamat sudah banyak bermunculan untuk tanda-tandanya lihat di link (Tanda tanda kiamat) maka jika semua tanda-tanda kiamat sudah bermunculan maka kita tinggal menunggu  saja kehancuran alam semesta

Tanda-tanda Kiamat Kubro


Tanda-tanda Kiamat Kubro

INILAH Tanda-Tanda Kiamat Kubra
TANDA-tanda kiamat Kubra (besar), sebagian ulama hanya membaginya dalam 9 tanda : Munculnya Imam Mahdi, Turunnya nabi Isa as., Munculnya Dajjal, Munculnya Ya’juj wa Ma’juj, Gempa bumi / tanah longsor di tiga wilayah, Adanya kabut (dukhan), Terbitnya matahari dari barat, Keluarnya binatang dari perut bumi dan Api yang mengumpulkan manusia.
Pada prinsipnya tanda-tanda kiamat kubra ini memiliki waktu yang sangat singkat dan proses kejadian begitu cepat. Bila salah satunya telah terjadi, maka yang lainnya segera menyusul. Hal itu sebagaimana yang disebutkan dalam hadits nabi shalallahu alaihi wa sallam :
”Keluarnya tanda tanda hari kiamat itu adalah sebagian demi sebagian beruntun seperti rangkaian marjan yang dirangkai dengan tali”. (HR. Al Haitsami / Lihat : Shahih Jami’ush shaghir 3:111 No. 3.222)
Tanda tanda hari kiamat itu bagaikan marjan marjan yang dirangkai dengan kawat. Bila kawat itu putus, maka yang sebagian mengikuti sebagiannya. (HR. Ahmad 12 :6-7 No. 7.040. shahih).
Sebagian penulis mencoba untuk melakukan penertiban tanda tanda tersebut berdasarkan dalil-dalil yang shahih. Dan tertib ini merupakan kesepakatan para ulama atas dasar hadits-hadits tersebut dan logika. Di antaranya apa yang dilakukan oleh Abdul Haq dalam kitabnya yang berjudul : “Hal Thaliban wal Qaeda Ashhabur Rayatis Suud ?”
1. Tentara Arab (Sufyani) dengan tindak kerusakannya di muka bumi (Syam, Irak dan utara Jazirah Arab), dan di tengah-tengah peristiwa itu muncullah para pembawa bendera hitam dari Khurasan untuk mendukung Al-Mahdi. Yang tahu tentang kabar keluarnya Al-Mahdi ini adalah Sufyani, lalu ia mengirim pasukan untuk memeranginya yang kemu­dian dibenamkan ke dalam bumi.
2. Munculnya Al-Mahdi dan kembalinya khilafah islamiyah sesuai dengan manhaj Nabi setelah para pemegang bendera hitam itu. memangku kekuasaan khilafah.
3. Penaklukan Konstantinopel dan Roma (Roma ibukota Italia, dan lebih tepatnya lagi adalah Vatikan).
4. Keluarnya Dajjal.
5. Turunnya ‘Isa dari langit dan kemudian membunuh Dajjal.
6. Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj.
7. ‘Isa Al-Masih menjadi penguasa di bumi beberapa tahun (dalam sebuah hadits disebutkan tujuh tahun, dan dalam hadits lainnya disebutkan empat puluh tahun).
Sementara itu M. Amin Jamaluddin membuat penertiban yang lebih detil dalam kitabnya “huru-hara akhir jaman”, namun yang disayangkan bahwa penertiban ini banyak mengacu kepada riwayat-riwayat lemah yang sulit untuk dipertanggungjawabkan. Di bawah ini merupakan rangkaian peristiwa akhir zaman sebagaimana yang diyakini oleh penulis buku Umur Umat Islam.
1. Invasi Irak Ke Kuwait
2. Pengepungan dan Embargo Barat ke Irak
3. Pengepungan Syam (Palestina)
4. Munculnya Panji panji hitam dari timur / Khurasan
5. Datangnya bendera bendera barat (Amerika) untuk menggempur Afghanistan (Ashhabu Rayatis Suud)*
6. Perang Dunia ketiga (Armageddon?) *
7. Surutnya Sungai Eufrat hingga menyibakkan gunung emas
8. Kematian seorang Khalifah (di Saudi)
9. Perebutan kekuasaan oleh tiga putra khalifah untuk mengusai Mekkah.
10. Kejadian kejadian aneh di bulan Ramadhan berupa gerhana matahari dan bulan, komet berekor dan suara ledakan dahsyat yang bisa didengar oleh seluruh manusia*
11. Huru hara, kekacauan dan malapetaka di bulan Syawal*
12. Pertikaian dan konflik antar kabilah di bulan Dzul Qa’dah*
13. Perampokan dan pembantaian jama’ah haji di bulan Dzul Hijjah. *
14. Ditenggelamkannya pasukan arab (Sufyani ?) di Al Baida’ Madinah saat mengejar Al Mahdi.
15. Penaklukan Al Mahdi atas Bani Kalb (Pendukung Sufyani)
16. Penaklukan Al Mahdi atas seluruh Jazirah Arab.
17. Penaklukan Persi / Iran (Syi’ah)
18. Kekalahan sebagian orang orang Yahudi dan penaklukkan Israel
19. Penaklukan Baitul Maqdis dan Pembebasan Masjidil Aqsha
20. Malhamah Kubra di A’maq dan Dabiq (Damaskus)
21. Penaklukan Cina dan Rusia (Khuz dan Kirman)
22. Penaklukan India
23. Penaklukan Konstantinopel (Turki Sekuler) oleh 70.000 Bani Ishaq
24. Munculnya Dajjal dari Khurasan yang diikuti oleh 70.000 Yahudi Asbahan
25. Turunnya Isa Al Masih di Menara Putih di timur Damaskus
26. Terbunuhnya Dajjal dengan Pedang Isa Al Masih
27. Perang habis habisan melawan seluruh Yahudi yang tersisa
28. Datangnya Ya’juj wa Ma’juj
29. Penaklukkan Roma (Italia)
30. Wafatnya Al Mahdi
31. Naiknya Al Qahthani menggantikan Al Mahdi
32. Masa masa aman
33. Wafatnya Isa Al Masih
34. Terbitnya matahari dari barat
35. Keluarnya binatang dari perut bumi yang dapat berbicara
36. Keluarnya asap
37. Datangnya angin lembut dari arah Yaman
38. Penghancuran Ka’bah oleh Dzu Suwaiqatain dari Habasyah
39. Kehancuran Madinah dan keluarnya seluruh manusia darinya
40. Pembenaman bumi di Timur, di Barat dan di Tanah Arab
41. Munculnya api yang menggiring manusia ke Mahsyar
42. Berdirinya kiamat dan kehancuran alam semesta